Jumat, 27 April 2012

Pembentukan Kalimat


BAB IV
PEMBENTUKAN KALIMAT

Sasaran Belajar
Setelah mempelajari materi baba ini, mahasiswa di harapkan mampu:
                       
1.      menjelaskan funsi kalimat sebagai pernyataan pikiran;
2.      menjelaskan hubungan antara kata dan kalimat ;
3.      membedakan bagian - bagian  kalimat menurut fungsi masing-masing;
4.      membentuk kalimat-kalimat sederhana yang gramatil;
1 Pendahuluan
Bahasa adalah saran berpikir baik atau menyampaikan pesan kepada orang lain maupun untuk menerima pesan daari orang lain.pikiran yang disampaikan dalam pembicaraan atau tulis di unkapkan melalui rankaian kata yang terpilih dan tersusun menurut kaidah tertentu.
Bahasa sebagai symbol yang bermakna terdiri dari satuan-satuan tertentu yang secara funsional yan saling berhubungansebagai satuan system. Satuan terkecil yang mengandung makna berupa kata dan frasa ( kelompok kata ). Sedamkan satuan lebih besar yang mengandung pikiran berupa kalimat
Penguasaan bahasa sebagai saranan berpikir dan berkomunikasi banyak ditentukan oleh kosakata yan memandai.

2 Kata dan Kalimat

Kata adalah suatu bahasa yang terkecil yang menyatakan makna atau fungsi tertentu. Kata-kata yang disusun berdasarkan kaidah tertentu membentuk satuan bahasa yang lebi besar, yaitu kalimat
Kalimat sebagai satuaan bahasa yang lebih besar daripa kata atau frase umummya muncul dalam kalimat tulisan atau pembicaraan berupa rangkaian kata yang menyatakan pikiran tertentu yang secara relative dapat berdiri sendiri, dan intonasinya menunjukan batas antara sesamanya. Setaip kalimat yang muncul dalam tulisan atau pembicaraan masing-masing menyatakan pikiran atau terbatas. Tetapi tetap utuh baik secara tersurat maupun tersirat.
Pikiran yang utuh dalam setiap kalimat diungkapkan dalam dua bagian, supjek dan predikat. Subjek sebagai bagian yang menjadi pokok pembicaraan dalam kalimat dijelaskan maknanya oleh predikat.
Contoh:
1.      pembagunan tenaga angina terbesar luas sejak abat peretengahan.
2.      kincir angina diper gunakan di perdesaan di Amerika sekitar umntuk melayani pompa-pompa irigrasi dan pergerakkan motor-motor listik ukuran kecil
3.      kincir angina atau turbin angina mengubah enrgi kinetikdari gerak udara menjadi tenaga mekanik dalam bentuk perputeran poros.
4.      gerak mekanik digunakan untuk mengerakan  pompa atau membangkitkan tenaga listrik.
5.      konstruksi dari intalasi tenaga agin tidak memperlukan teknologi baru.   
Dalam kalimat, makna kata secara leksikal lembur kedalam makna lebih besar, makna kalimat. Kata-kata yang dipakai membentuk kalimat bekerjasama untuk menyatakan makna kalimat berupa pikiran yang hendak di sampaikan oleh pemakai bahasa yang bersangkutan makin jelas pikiran itu tersusun., makin mudah menyatakan ke dalam satuan-satuan kalimat. Hubungan antara kata dan kalimat dapat dilihat pada conto berikut.

kata
menyatakan                                                menyatakan
makna             
Menyatakan
funsi
Saya
Amin
pergi                                                               ke
kemarin
desa                                                               itu
Dan

Ke

itu
         Kalimat
Menyatakan pikiran
         
            ( 6 )

Saya dan amin pergi
Kedesa itu  kemarin
                        

Pegawai
Mengerjakan                  itu
Tugasnya                    dengan
Baik

Sawah-sawah               di
Dikejakan                  secara
Teradisonal
kampungnya


Rumahnya               oleh
Diperbaiki               itu
Tukang                    ini
Har

(7)
Pegawai itu mengerjakan tugasnya dengan baik
l

(8)
Sawah-sawah di kampungnya di kerjakan secara tradisona
(9)
Rumahnya di perbaiki (oleh) tukang itu hari ini



 

3. Bagian-Bagian kalimat
Pada uraiyan bagian 2 telah di butuhkan bahwa kalimat adalah rankaiyan kata yan menyatakan pikiran tertentu yan secara relatif dapat berdiri sendiri, dan intonasinya manujukkan batas atas sesama kalimat.

Kata atau kelompok kata yang sama di pakai mambentuk kalimat menduduki funsi-funsi tertentu dalam stuktur kalimat. sebagai unsur yang terintegrasi ke dalam suatu struktur, kata-kata tersebut merupakan unsure kalimat.
Bagian inti yang harus terdapat dalam kalimat adalah subjek (s) dan predikat (p). bagian inti kalimat adlah bagian yang tak dapat dihilangkan dalam struktur kalimat. subjek kalimat berfungsi sebagai inti pembicaraan, sedangkan predikat berfunsi sebagai penjelasan terhadap subjek, yang dapat dilengkapi dengan objek (o) atau keterangan (k).
            Subjek dan Predikat
Setaiap kalimat sebagai bentuk peryantaan pikiraan mempunyai subjek dan predikat, baik dengan dinyatakan secara tesirat. Subjek sebagai inti pembicaraan barulah menyatakan pikiraan jika dijelaskan predikat.
Hubungan antara subjek dan predikat dalam kalimat turut menentukan isi pikiran yang dimaksud. Kata-kata yang digarisbawahi pada contoh berikut.




Contoh:
(10)   Saya sebaiknya beristirahat sejenak.
                                       S                             P
(11)   Perusahaannya makin berkembang akhir-akhir ini.
                                              S                      P
(12)   kami telah bekerja keras selama ini.
                                       S                      P
(13)   enkau belajar dengan tekun.
                                       S         P
(14)   persoalannya akan kita selesaikan hari ini
                                             S                       P

Kalimat-kalimat di ats masing-masing mengunakan kata-kata yang
Berfunsu menjelaskan predikat, yaitu :
Keterangan sebaiknya dan sejanak pada kalimat (10),
Akhir-akhir ini pada kalimat (11)
Selam ini pada kalimat (12),
Dengan tekun pada pada kalimat (13), dan
Dalam waktu sinkat pada kalimat (14).

Kata-kata yang tergolong keterangan tersebut melenkapi penjelasan predikat terhadap subjek kalimat.
Ada beberapa- macam keterangan yang dapat dipakai untuk melenkapi funsi predikat menjelaskan subjek kalimat dan di golongkan sebagai bagian bukan inti kalimat.

Isi pikiran yang terdapat kalimat tercemin pada hubungan antara subjek dan predikat. Tanpa adanya subjek, pokok pembicaraan dalam setiap kalimat menjadi tidak jelas. Sebaliknya tanpa adanya predikat, keadaan subjek  atau situasi yang meliputi subjek tidak jelas.

Subjek   
Predikat
                               

Bagaimana saya ?                                     ( sebaiknya ) beristerahat ( sejenak )

Bagaimana prerubahannya ?                     makin maju

Mengapa kami ?                                         telah bekerja keras ( selam ini )

Bagai mana engkau ?                                   belajar ( dengan tekun ) 

Bagai mana presoalannya ?                        akan di selesaikan (dalam waktu sinkat )

Predikat
Subjek
                                        
Siapa yang sebaiknya beristirahat sejenak ?                saya
Apa yang makin berkebang ?                                       perusahannya
Siapa yang telah berja keras selama ini ?                     kami
Siapa yang belajar dengan tekun ?                               engkau
Apa yang akan diselesaikan
Dalam singkat?                                                           persoalannya
          
Pikiran yang di yantakan pada setiap kalimat selalu utuh atau lengkap, tetapi bentuk pernyataannya ( pengungkapannya ) tidak selalu lenkap. Dalam situasi tertentu, pemakai pembahasa kadang-kadang tidak menyebutkan secara lenkap bagian kalimat tanpa mengunakan makna kalimat.
Unsur kalimat yang tidak diseburkan itu harus dipahami secara tersirat dalam stuktur kalimat. struktur kalimat yang demikian disebut elips. Karya kalimat ilmiah sebaiknya tidak mengunakan kalimat eplis seperti pada contoh kalimat  (15) sampai kalimat ( 19 ).

Contoh :
           Isi pikiran
      
Bentuk pengungkapan
             

(15)   Datanglah ke rumah nanti siang !                      Datanglah engkau kerumaku nanti siang !
(16)   Saya dipabrik itu sejak tahun 1987                    Saya bekerja dipabrik itu sejak 1987
(17)   Kemarin ia kesana                                              Kemarin ia pergi kesana
(18)   Diminta segra datang                                         Anda/ia diminta olehnya dating segra
(19)   Duduklah !                                                         Dudulah engkau !
(20)   Ke mana ?                                                          Kemana saudara akan  pergi ?

            Objek dan Keterangan
Objek dan Keterangan adalah dua buah kalimat yang sering muncul dalam kalimat dalam melengkapi predikat. Hubungan antara objek (O) dan predikat (P) ternyata lebih erat dari pada hubungan antara keterangan (K) dengan predikat.
Objek kalimat selalu terletak dibelakang presikat yang tergolong kata kerja aktif trasitif (frasa verba trensitsf) dan tempatnya tetap/terkait (P/O) karena menjadi inti kalimat. Objek kalimat dapat beruba –nya,-ku dan –mu serta dapat menjadi subjek (S) dalam kalimat pasif. Keterangan yang mempunyai hubungan yang agak longer dengan predikat dapat dipindahkan tempatnya atau kehilangan pada struktur kalimat tanpa merusak makna kalimat karena bukan merupakan inti kalimat
Contoh            :
(21)      Ia membaca buku itu beberapa kali
S       P              O               K
A. Ia beberapa kali membaca buku itu
B. Beberapa kali ia membaca buku itu.
C. Membaca buku itu beberapa keli.
D. Membaca buku itu beberapa kali
     ( 21c dan 21d tidak gramatikal )
(22) Kami merayakan hari ualng takun kemarin.
   S            P                  O                   K
a. kemarin kami merayakan hari ulang tahunnya
b. kami kemarin kami merayakan hari ulang tahunnya
c. merayakan hari ulang tahunnya kemarin kami
d. kemarin merayakan hair ulang tahunnya kami
    ( 22c dan 22d tidak gramatikal )
(23) saya mengunjugi orang tuanya di desa itu
          S             P                  O                K
a. orang tuanya saya kunjungi di desa itu.
b. di desa itu saya mengunjugi orang tuanya.
c. saya berkunjung ke orang tuanya di desa.
d. mengunjungi orang tuanya di desa.
    ( tidak gramatikal )

Objek pada kalimat (21), (22), dan (23) di atas dapat bertukar fungsinya sebagai subjek pada kalimat pasif. Jika pada kalimat aktif subjek berperan melakukan perubuatan., maka pada kalimat pasif subjek dikenai perbuatan yang disebut pada predikat kalimat.
Kalimat yang predikatmya bahwa kalimat pasif yang mengaju pada persona ketiga mengunakan kata kerja berawal di-, sedangan kalimat pasif yang mengacu pada kalimat (28) dan (29).
Perlu dijelaskan bahwa kalimat pasif yang mengaju kepada persona ketiga mengunakan kata kerja berawalan di-,sedangkan kalimat pasif yang mengacu kepada persona pertama/kedua dan kata kerja tak berawalan.Hubungan antara kata persona kata kerjanya. Sangat erat  sehingga tidak boleh disisipi kata lain. Bentuk pasif juga ditandai oleh pemakaian kata kerja berawalan ter- dengan beberapa pengecualaian seperti terlihat pada kalimat (31) dan kalimat (33).

Kalimat Aktif

Kalimat Pasif

(24) Ia membaca buku itu          Buku itu dibacanya
                                 O                     S
        Itu beberapa kali                 beberapa kali.
(25) Kami merayakan hari          Hari ulang tahunya
                                      
        Ulang tahunnya kemarin      kami rayakan kemarin
                    O
(26) Saya menulis surat               Surat saya tulis
                                 O                     S
(27) Kita akan membantu              Kita akan Bantu mereka
                                                       ( tidak gramatikal)
(28) Saya ingin menjelaskan         Saya igin jelaskan hal itu
        Hal itu lebih lanjut                 lebih lankut kepadanya
        Kepadanya                                      (tidak gramatikal)
                                                                 Ingin saya jelaskan hal itu
                                                                 Lebih lanjut kepanya.
(29) Paman pulang ke desa             _________________
(30) Mari kita berjalan-jalan           _________________
        Ke danau itu!
(31) Ia dapat mengangkat peti         Peti itu dapat dingkat
        Itu.                                            Peti itu terangkat olehnya.
(32) Ayah tertawa mendengar          _________________
        Ceritanya.
(33) Penulis itu cukup terkenal         _________________

            Keterangan yang menyertai predikat kalimat bervariasi sesuai dengan fungsinya untuk melengkapi predikat. Hubungan yang agak longgar antara keterangan dan predikat memungkinkan penempatan keterangan dalam struktur kalimat. jenis-jenis keterangan yang bermacam-macam itu dapat dilihat pada contoh berikut.
(34)     Ia berdiri di tmpat itu sejak tadi
                         K (tujuan)
(35) Ujian berlangsung selama dua jam
                                         K (waktu)
(36) Anak itu lulus ujian karena rajin belajar
                                                        K(srbab)
(37) Orang itu terlalu sibuk bekerja sehingga jatuhsakit
                                                           K(akibat)
(38) Saya melempar anjing itu dengan batu
                                                    K(alat)
(39)Pemerintah melakukan pembangunan untuk menigkatkan kesejatraan masyarakat
K(tujuan)
(40)   Semua anggota keluarga hadir kecuali dia
                                                           K(pembatasan)
(41)     Orang itu berjalan cukup cepat
                                        K(keadan)
(42)     Meskipun hujan, anak itu pergi juga kesekolah
K(perlawanan)

(43)     Saya bersedia dating asal diundang
                                           K(syarat)
(44)     Giginya putih bagai mutiara
                                  K(perbandingan)
(45)     Mereka tentu dating menemuimu
                      K(modalitas)
(46)     Ibu bersama tamunya menyaksikan peristiwa itu
                 K(sertaan)
Keterangan modalitas menyatakan sikap atau sarana pembicara/penulis terhadap hal yang dibicarakan, yang meliputi keadaan, peristiwa, tindakan,atau sifatnya (mungkin, bole, barangkali, dan sebagainya)

Tidak ada komentar: